Meneladani Kepemimpinan Rosul
(kunkun)
Rasulullah Saw telah menancapkan fondasi kepemipinan
yang sangat kokoh, ideal dan bersifat kontekstual sepanjang masa. Rasulullah
Saw adalah sosok pemimpin sejati, baik sebagai pemimpin agama maupun sebagai
Kepala Negara. Nabi Muhammad Saw telah mewariskan tauladan kepemimpinan
sepanjang masa yang dapat dijadikan inspirasi, motivasi dan rujukan dalam
kepemimpinan di era modern saat ini.
Tauladan Kepemimpinan yang diwariskan Rasulullah
Saw diantaranya adalah;
Pertama; Konsisten (istiqamah)
Membela yang Benar
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Rasulullah Saw
adalah figur yang sangat kokoh dan kuat dalam memegang prinsip
perjuangan. Setiap menyampaikan berita kebenaran dan kebaikan
Rasulullah Saw tidak mudah kendur, lemah dan kompromistis
terhadap berbagai godaan dan rintangan yang menghadang.
Kedua; Konsisten Menegakkan Keadilan
Rasulullah Saw adalah sosok pemimpin yang kukuh, lurus
dan tidak diskriminatif dalam menegakkan keadilan. Keadilan hukum dijalankan
secara transparan dan tidak mengenal kompromi, apalagi pilih kasih, terutama
terhadap orang-orang dekat dan keluarganya. Sebagai wujud ketegasan Rasulullah
Saw dalam menegakkan keadilan hukum tercermin dalam pernyataan beliau
yang tetap aktual hingga hari ini, yaitu; “ Seandainya
Fatimah (Putriku) ketahuan terbukti mencuri, maka aku sendirilah yang akan
memotong tangannya”.
Ketiga, Jujur dan Sederhana
Rasulullah Saw adalah figur pemimpin yang selalu jujur
dalam memimpin umatnya, tidak pernah merekayasa kebenaran dan keadilan, selalu
menyampaikan yang benar adalah tetap benar dan yang salah adalah pasti salah,
apapun resiko yang dihadapinya. Sebagai pemimpin agama dan Kepala negara,
Rasulullah Saw dan keluarganya juga hidup sangat sederhana, sekedar cukup untuk
memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Keempat, Pemimpin yang Rendah Hati.
Walaupun Rasulullah Saw menjadi pemimpin besar dan
memiliki otoritas luas, dirinya tidak pernah menunjukkan dirinya sebagai
pribadi yang sombong, arogan, tinggi hati, anti kritik dan selalu ingin
menang sendiri. Rasulullah adalah pemimpin yang rendah hati yang tidak pernah
menggunakan posisinya untuk menakut-nakuti, menekan dan menindas orang lain
agar mengikuti seluruh kehendaknya. Dalam menjalankan amanat kepemimpinan
Rasulullah Saw selalu menjalankan musyawarah untuk mencari jalan terbaik
serta posisinya yang penting dan sentral, justru dijadikan sarana
berjuang secara maksimal untuk melindungi dan melayani umat.
Kelima, tidak serakah (rakus) dan tidak hidup
mewah.
Rasulullah Saw adalah pemimpin yang sangat
berhati-hati dan tidak rakus dalam memanfaatkan anggaran negara. Rasulullah Saw
justru memakai banyak harta pribadinya untuk menopang perjuangan sehingga hartanya
lebih banyak yang dikorbankan (disedekahkan) untuk kepentingan umat.
Kepemimpinan Rasulullah Saw sangat jauh dari prilaku Kolusi, Korupsi dan Nepotisme
(KKN) seperti yang diperankan mayoritas pemimpin saat ini. (Dari bebagai
sumber)
No comments:
Post a Comment