Sabtu, 23 Februari 2013

GENRE PUISI

GENRE/KLASIFIKASI/JENIS/MACAM PUISI
 
·         Menurut zamannya, puisi dibedakan menjadi Puisi Lama dan Puisi Baru
A.    Puisi Lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan, antara lain:
-    jumlah kata dalam 1 baris
-    jumlah baris dalam 1 bait
-    persajakan (rima)
-    banyak suku kata tiap baris
-    irama
1.      Ciri-ciri puisi lama adalah :
a.       Merupakan puisi rakyat yang tanpa diketahui nama pengarang.
b.      Disampaikan lewat mulut ke mulut, merupakan sastra lisan.
c.       Sangat terikat oleh aturan-aturan, seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
2.      Jenis Puisi Lama
a.       Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
b.      Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, baris 1 dan 2 sebagai sampiran, 3 dan 4 sebagai isi.
c.       Karmina adalah pantun kilat, seperti pantun tetapi pendek.
d.      Seloka adalah pantun berkait.
e.       Gurindam adalah puisi yang bercirikan bersajak a-a a-a, tiap bait 2 baris dan berisi nasihat.
f.       Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab, dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, dan berisi nasihat.
g.      Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
3.      Contoh Puisi Lama yaitu :
a.   Mantra
Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
b.      Pantun
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukan ke dalam hati
c.       Karmina
Dahulu parang, sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)
d.      Seloka
                  Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan
e.   Gurindam
      Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
f.    Syair
Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
g.   Talibun
Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
B.     Puisi Baru adalah bentuk puisi lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata maupun rima.
1.    Ciri-ciri Puisi Baru, antara lain :
a.       bentuknya rapi, simetris
b.      mempunyai persajakan akhir yang teratur
c.       banyak menggunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
d.      sebagian besar puisi empat seuntai
e.       tiap-tiap barisnya atas sebuag gatra
f.       tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar); 4-5 suku kata
2.      Jenis-jenis Puisi Baru
Ø  Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
a.       Balada adalah puisi berisi kisah / cerita.
terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.
b.      Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air atau pahlawan.
Lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma mater (Pemandu di Dunia Sastra).  Pengertian himne menjadi berkembang.Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.
c.       Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
Ciri ode nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
d.      Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ ajaran hidup.
Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
e.       Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
Romantique (Perancis); keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra.
f.       Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis / kesedihan.
Sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
g.      Satire adalah puisi yang berisi sindiran / kritik.
Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)

Ø  Menurut bentuknya, puisi dibedakan atas :
a.   Distikon
• 2 baris;sajak 2 seuntai
• Distikon (Greek : 2 baris)
b.   Terzina
Terzina (Itali: 3 irama)
c.   Quatrain
• Quatrain (Perancis: 4 baris)
• Pada asalnya ada 4 rangkap
• Dipelopori di Malaysia oleh Mahsuri S.N.
d.   Quint
      Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/
e.   Sektet
      • sextet (latin: 6 baris)
• Dikenali sebagai ‘terzina ganda dua’
• Rima akhir bebas
f.    Septime
• septime (Latin: 7 baris)
• Rima akhir bebas
g.   Oktaf / Stanza
      • Oktaf (Latin: 8 baris)
• Dikenali sebagai ‘double Quatrain’
      h.   Soneta
  Terdiri atas 14 baris
Terdiri atas 4 bait, yang terdiri atas 2 quatrain dan 2 terzina
Dua quatrain merupakan sampiran dan merupakan satu kesatuan yang disebut octav.
Dua terzina merupakan isi dan merupakan satu kesatuan yang disebut isi yang disebut sextet.
Bagian sampiran biasanya berupa gambaran alam
Sextet berisi curahan atau jawaban atau kesimpulan daripada apa yang dilukiskan dalam ocvtav , jadi sifatnya subyektif.
Peralihan dari octav ke sextet disebut volta
Penambahan baris pada soneta disebut koda.
Jumlah suku kata dalam tiap-tiap baris biasanya antara 9   14 suku kata
Rima akhirnya adalah a   b   b   a, a   b   b   a, c   d   c, d   c   d.
·         Puisi Angkatan Pujangga Baru
Pada angkatan pujangga baru dikenal bentuk soneta yang berasal dari Italia, dibawa oleh Indonesia oleh Muhammad Yamin. Soneta terdiri atas 14 baris, yaitu tiga bait yang masing-masing terdiri atas empat baris dan satu bait terdiri atas dua baris. Dapat juga terdiri atas dua bait masing-masing terdiri atas tiga baris.
Di samping puisi baru dan sonata, pada Angkatan Pujangga Baru juga terdapat jenis-jenis puisi yang lebih bebas namun persamaan bunyi (rima) masih sangat dipentingkan. Berikut ini beberapa penyair Pujangga Baru beserta puisinya.
  1. Muhammad Yamin, dengan puisinya “Indonesia Tumpah Darahku”
  2. Sanusi Pane, dengan kumpulan puisi (Puspa Mega,1927 dan Madah Kelana,1931)
  3. Amir Hamzah, puisi-puisinya dikumpulkan dalam buku “Nyanyi Sunyi” dan “Buah rindu” yang merupakan puisi-puisi berisi kesedihan.
  4. Y.E.Tatengkeng, buku kumpulan puisinya adalah “Rindu Dendam”(1934)
  5. Sutan Takdir Alisyahbana, buku kumpulan puisinya berjudul “Tebaran Mega”(1936) dan Lagu Pemacu Ombak(1978)
  6. Rstam Effendi, kumpulan puisinya berjudul”Percikan Permenungan(1926)
·         Puisi Angkatan 45
Puisi-puisi angkatan 45 menunjukkan cirri-ciri kebaruan. Bahasa yang diciptakan penyair benar-benar bahasa Indonesia baru , yang terlepas dari cirri-ciri bahasa Indonesia lama yang didominasi oleh bahasa Melayu dan dipengaruhi oleh bahasa Belanda.
Puisi-puisi angkatan 45 mementingkan isi daripada bentuk.Karena itu, puisi-puisi angkatan 45 sudah lebih bebas dibandingkan dengan puisi-puisi Angkatan Pujangga Baru yang ketat denga permainan rima dan bunyi.Meski demikian, disana-sini aturan-aturan tentang rima masih kuat. Berikut ini beberapa penyair angkatan 45 beserta puisinya:
  1. Chairil Anwar , kumpulan puisi Chairil Anwar berjudul “Kerikil Tajam”(1946),”Deru Campur Debu”(1949), “Tiga Mengguak Takdir”(1950)
  2. Asrul Sani, karya puisinya yang terkenal ialah “Surat dari Ibu”dan “Elang Laut”
  3. Sitor Situmorang, buku kumpulan puisinya berjudul Surat Kertas Hijau (1954), Dalam Sajak (1955), Wajah Tak Bernama (1956), Peta Perjalanan (1976), Dinding Waktu (1976), Angin Danau (1982), dan Danau Toba (1982).
  4. Waluyati, puisi-puisinya dimuat dalam Pujani (1951), Gema Tanah Air (H.B Jassin,1975) dan Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (Toety Heraty,1979)
·         Puisi-puisi Setelah Angkatan 45
Berikut ini akan dibahas puisi-puisi setelah angkatan 45 yang meliputi periode tahun 1950-an, periode 1960-1980, periode 1980-2000 dan sesudahnya.
A.    Puisi-puisi Periode Tahun 1950-an
Berikut ini ditampilkan beberapa penyair periode tahun 1950-an dan karyanya.
  1. Rendra
Ada 3 jenis puisi Rendra, yaitu puisi romantic (ditulis tahun 1950 sampai 1960), puisi protes social (Blues untuk Bonnie, 1971; Potret Pembangunan dalam Puisi, 1978; dan Orang-orang Rangkasbitung, 1966) serta puisi-puisi renungan hidup (Disebabkan karena Angin, 1997).
Puisi-puisi romantiknya lembut,manis, dan alami, dikumpulkan dalam Empat Kumpulan Sajak (1961), Ballada Orang-orang Tercinta(1957), Dan Sajak-sajak Sepatu Tua  (1972).
  1. Ramadhan K.H
Ramadhan K.H (Karta Hadimaja) adalah penyair penting dalam periode 1950-an karena telah membawa puisi-puisi romantic ke Indonesia. Kumpulan puisinya yang berjudul Priangan Si Jelita berisi kedukaan  penyair akibat kehancuran daerah Priangan yang indah karena pemberontakan.
  1. Ajip Rosidi
Kumpulan puisinya yang berjudul Ular dan Kabut . kumpulan puisi lain yang ditulis Ajip Rosidi adalah  Sajak-sajak Anak Matahari (1979).
  1. Subagio Sastrowardoyo
Kumpulan puisinya berjudul Daerah Perbatasan (1970), Simfoni (1957), Keroncong Motinggo (1980), dan Dan Kematian Makin Akrab (1995).
  1. Toety  Heraty
Kumpulan puisinya dibukukan dalam Sajak-sajak 33 (1973), Dunia Nyata (1973), Calon Arang (2000), dan editor dari Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (1979)

  1. Wing Karjo
Kumpulan puisinya berjudul Selembar Daun (1974), Sajak-sajak  Modern Prancis dalam Dua Bahasa (1972), Perumahan (1975) dan Pangeran Cilik (terjemahan).
  1. Toto Soedarto Bachtiar
Buku kumpulan puisinya berjudul Suara (1956) dan Etsa (1958). Kumpulan puisinys Suara mendapat hadiah sastra nasional dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional (BMKN) tahun 1955-1956.
  1. Rachmat Djoko Pradopo
Buku kumpulan puisinya berjudul Matahari Pagi Tanah Air (1965), Manifestasi (Antologi bersama penyair Yogya,1968), Tugu (antologi bersama penyair Yogya dengan editor Linus Suryadi A.G., 1986).
  1. Soeparwoto Wiraatmadja
Buku kumpulan puisinya berjudul Kidung Keramahan (1963). Beberapa puisinya juga dimuat dalam  Angkatan’66 (H.B  Jassin, 1968)
B.     Puisi Periode 1960-1980
1.      Goenawan Mohammad
Buku kumpulan puisinya adalah : Parikesit (1972), Potret Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Interlude (1973), Asmaradana (1955) dan Misalkan Kita di Sarajevo (1998).
2.      Taufik Ismail
Kumpulan puisi-puisinys adalah Puisi-puisi Sepi (1971), Pelabuhan, Ladang, Angin dan Langit (1971), dan sajak-sajak Ladang  Jagung(1975).
3.      Sapardi Djoko Damono
Kumpulan puisi-puisinya adalah  DukaMu Abadi (1969), Akuarium (1974), Perhu Kertas (1984), Sihir Hujan (1989), Hujan Bulan Juni (1994), dan Ayat-ayat Api (2000).
4.      Hartoyo Andangjaya
Buku kumpulan puisinya berjudul Simponi puisi (bersama D.S.Moeljanto,1954), dan Buku Puisi (1973).
5.      Sutarji Calzoum Bachri
Kumpulan puisinya berjudul  O, Amuk Kapak (1981).
6.      Abdul Hadi W.M.
Buku kumpulan puisinya adalah  Riwayat (1967), Laut Belum Pasang (1972), Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975), Meditsi (1976), Tergantung pada Angin (1977), dan  Anak Laut Anak Angin (1984).
7.      Yudhistira Adinugraha Massardi
Kumpulan puisinya dibukukan dalam Omong Kosong (1978), Sajak Sikat Gigi (1978), Rudi Jalak Gugat (1982).
8.      Apip Mustofa
Puisi-puisinya dimuat dalam antologi sastra karya Ajip Rosidi Laut Biru Langit Biru (1977).
9.      Piek  Ardiyanto Supriyadi
Kumpulan puisinya berjudul Biarkan Angin Itu (1996)
10.  Linus Suryadi Ag
Buku-buku kumpulan puisinya berjudul Langit  Kelabu (1976), Pengakuan Pariem (1981),Kembang Tanjung (1986) dan Tirta Kamandanu (2000)
11.  D. Zawawi Imron
Buku-buku kumpulan puisin ya adalah Semerbak Mayang (1977), Bulan Tertusuk Lalang (1980), Bntalku Ombk, Selimutku Angin (1996), Semerbak Mayang (1997), dan Madura Aku Darahmu (1999).
C.    Puisi Periode 1980-2000
Berikut ini dibahas beberapa penyair dengan puisi-puisinya yang telah dipilih
1.      Hamid Jabbar
Buku kumpulan puisinya adalah Dua Warna (bersama Upita Agustine,1975), Paco-paco (1974), Dan Wajah Kita (1981).
2.      Emha Ainun Nadjib
Buku kumpulan puisinya berjudul 99 Untuk Tuhanku (1983), Lautan Jilbab (1993), Cahaya Maha Cahaya (1991) dan yang terbaru trilogy Doa Mencabut Kutukan (2001)
3.      Agnes Sri Hartini Arswendo
Sebagian puisinya dimuat di Seserpih Pinang Sepucuk Sirih (editor Toety Heraty, 1979)
4.      Ahmadun Y.Herfanda
Kumpulan puisinya dibukukan dalam Meniti Jejak Matahari (1984), Pagar-pagar (1984), Prasasti (1984), Tanah Persinggahan (1986), dan kumpulan puisi Tugu dengan editor Linus Suryadi Ag. (1986).
5.      F. Rahardi
Kumpulan puisinya dibukukan dalam Soempah WTS (1983), Tuyul (1990).
6.      Rita Oetoro
Puisi-puisinya Dibukukan dalam Dari Sebuah Album (1986) dan Kawindra (Bersama Piek  Ardi janto Suprijadi, (1994).
7.      Dorothea Rosa Herliany
Kumpul  Puisinya dibukukan dalam Nyanyian  Gaduh (1987), Matahari  yang Mengalir (1990), Nikah  Ilalang (1995), dan Mimpi Gugur Daun Zaitun (1999)
8.      Eka Budianta
Buku kumpulan puisinya adalah : Ada (1976), Bang Bang Tut (1976), Bel (1977) , Rel (1978), Sejuta Milyar Satu (1984), dan Lautan Cinta (1986)
9.      Acep Zamzam Noor
Buku kumpulan puisinya yang  telah  terbit adaah : Tamparlah Mukaku (1982), Aku Kini Doa (1986), Diluar Kata (1996), dan  Diatas Umbria (1999)
10.  K.H.A Mustofa Bisri
Kumpulan puisinya dibukukan dalam Pahlawan dan Tikus (1995)
D.    Penyair  Periode Tahun 2000 dan Sesudahnya
1.      Afrizal Malna
Kumpulan puisinya dibukukan dengan judul Abad yang Berlari (1984)
2.      Sitok Srengenge.
Puisi-puisi Sitok Srengenge dikumpulkan dalam buku antara lain berjudul Nonsens.
3.      Joko Pinurbo
Puisi-puisinya didapatkan dalam buku-buku kumpulan puisi, antara lain Sembilu (1991), Ambang (1992), Mimbar Penyair Abad 21 (1996), Utan Kayu Tafsir dalam Permainan (1998), dan Celana (2000).
4.      Omi Intan Naomi
Karyanya berupa puisi dibukukan dalam Aku Ingin (1986), Sajak-sajak Omi (1986), Memori (1987), Puisi Cinta (1987), Penyair Muda Indonesia (1987), Sajak Sebelum Tidur (1988), Tiga Penyair Bulaksumur (1990), Risang Pawestri (1990), Malam Kadar Puisi (1991), Sembilu (1991), dan Kicau Kepodang (1993).
5.      Wiji Thukul
Seluruh kumpulan puisi Wiji Thukul dikumpulkan dalam buku Aku Ingin Jadi Peluru (2000).

Dalam hal perubahan peranan BENTUK FISIK dan BENTUK BATIN puisi;
                  Sebelum masa                       masa Chairil Anwar                 Masa Sutardji         
                  Chairil Anwar                       dan sesudahnya                        Calzoum Bahri

                   BUNYI                                     bunyi                                       BUNYI
                    ARTI                                        ARTI                                        arti



A.  Puisi Naratif, Lirik dan Deskriptif
3.      Puisi Naratif  yaitu mengungkapkan cerita atau penjelasan penyair. Ada puisi naratif   yang sederhana, ada yang sugestif dan ada yang kompleks. Contoh : epik, romansa, balada, dan syair.
·   Epik adalah puisi yang didalamnya mengandung cerita kepahlawanan, baik kepahlawanan yang berhubungan dengan legenda, kepercayaan, maupun sejarah.
·   Balada adalah puisi yang bercerita tentang orang-orang perkasa, tokoh pujaan, atau orang –orang yang menjadi pusat perhatian. Rendra menulis balada yang berjudul : “Balada Orang-orang Tercinta” dan “Blues Untuk Bonnie”
·   Romansa adalah jenis puisi cerita yang menggunakan bahasa romantic berisi kisah percintaan yang berhubungan dengan ksatria dan diselingi dan diselingi perkelahian serta petualangan yang menambah percintaan mereka lebih mempesonakan. Rendra juga menulis “Romansa”. Salah satu bagian dalam “ Empat Kumpulan Sajak”nya berjudul “Romansa”. Kirdjomuljo menulis romansa yang berisi kisah petualangan dengan judul “Romance Perjalanan".
2.      Puisi Lirik yaitu puisi yang berisi luapan batin individual penyairnya. Contoh : elegi, ode, dan serenada.
·   Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan duka. Contoh : “Elegi Jakarta” karya Asrul Sani.
·   Serenada adalah sajak percintaan yang bisa dinyanyikan. Rendra banyak menciptakan serenada dalam “Empat Kumpulan Sajak”. Contoh : Serenada Hitam, Serenada Biru, Serenada Ungu dan sebagainya.
·   Ode adalah puisi yang berisi pujaan terhadap sesorang, sesuatu hal, sesuatu keadaan. Contoh : “Teratai” Sanusi Pane, “Diponegoro” Chairil Anwar dan “Ode Buat Proklamator” Leon Agusta.
3.      Puisi Deskriptif  yaitu dalam puisi ini penyair bertindak sebagai pemberi kesan terhadap keadaan / peristiwa, benda, suasana dipandang menarik perhatian penyair. Contoh :  Puisi Satire, Kritik Sosial dan Puisi-puisi impresionitik.
·   Satire adalah puisi yang mengungkapkan perasaan tidak puas penyair terhadap suatu keadaan, namun dengan cara menyindir.
·   Kritik Sosial adalah puisi yang juga menyataka ketidak senangan terhadap diri seseorang namun dengan cara membeberkan kepincangan orang tersebut.
·   Impresionistik adalah puisi yang mengungkapkan kesan (impresi) penyair terhadap suatu hal.
B.  Puisi Kamar dan Puisi Audiorium
1.   Puisi Kamar adalah puisi yang cocok dibaca sendirian atau dua pendengar saja di adalam kamar.
2.   Puisi Auditorium adalah  puisi yang cocok dibaca di auditorium, di mimbar yang pendengarnya banyak. Sajak-sajak Leon Agusta banyak yang dimaksudkan untuk sajak auditorium. Puisi-puisi Rendra kebanyakan adalah puisi auditorium yang baru memperlihatkan keindahannya setelah suaranya terdengar lewat pembacaan yang keras.
C.  Puisi Fisikal, Platonik, dan Metafisikal
          1.   Puisi Fisikal adalah puisi bersifat realistis, menggambarkan apa adanya. Yang dilukiskan adalah kenyataan, bukan gagasan. Contoh : Puisi-puisi naratif, balada, impresionistis, dan puisi dramatis.
       2.   Puisi Platonik adalah puisi yang sepenuhnya bersifat hal-hal spiritual atau kejiwaan. Contoh : puisi-puisi ide atau cita-cita, religius, ungkapan cinta luhur seorang kekasih atau orang tua kepada anaknya.
      3.   Puisi Metafisikal adalah puisi yang bersifat filosofis dan mengajak pembaca merenungkan kehidupan dan Tuhan. Contoh : Karya-karya Mistik Hamzah Fansuri seperti Syair Dagang dan Syair Perahu.
D.  Puisi Subyektif dan Obyektif
      1.   Puisi Subyektif (Personal) adalah puisi yang mengungkapkan gagasan, pikiran, dan suasana dalam diri si penyair sendiri.
      2.   Puisi Obyektif (Impersonal) adalah puisi yang mengungkapkan di luar diri penyair itu sendiri.
E.  Puisi Konkret
      Puisi Konkret yaitu puisi yang bersifat visual, yang dapat dihayati keindahan bentuk dari sudut pandang. Kita mengenal adanya bentuk grafis dari puisi, kaligrafi, ideogramatik atau puisi-puisi Sutardji Calzoum Bachri yang menunjukkan pengimajian lewat bentuk grafis.
F.   Puisi Diafan, Gelap dan Prismatis
      1.   Puisi Diafan (puisi polos) adalah puisi yang kurang sekali menggunakan pengimajian, kata konkret dan bahasa figuratif, sehingga mirip dengan bahasa sehari-hari.
      2.   Puisi Gelap adalah puisi yang maknanya telalu banyak majas, sehingga sulit untuk ditafsirkan.
      3.   Puisi Prismatis, dalam puisi ini penyair mampu menyelaraskan kemampuan menciptakan majas. Versifikasi, diksi dan pengimajian sedemikian rupa sehingga pembaca tidak terlalu mudah menafsirkan makna puisinya. Penyair-penyair seperti Amir Hamzah dan Chairil Anwar yang dapat menciptakan puisi prismatis.
G.    Puisi Pernasian dan Puisi Inspiratf
      1.   Pernasian adalah sekelompok penyair Perancis pada pertengahan akhir abad 19 yang menunjukkan sifat-sifat puisi yang mengandung nilai keilmuan. Puisi pernasian diciptakan dengan pertimbangan ilmu atau pengetahuandan bukan didasari oleh inspirasi karena adanya mood dalam jiwa penyair. Contoh : Puisi-puisi  Rendra dalam “Potret Pembangunan”
      2    Puisi Inspiratif adalah diciptakan berdasarkan mood atau passion. Penyair benar-benar masuk ke dalam suasana yang hendak dilukiskan. Suasana batin penyair benar-benar terlibat ke dalam puisi itu. Contoh : Puisi Prosaic seperti karya penyair-penyair tahun 1970-an.
H.    Stanza
      Stanza adalah puisi yang terdiri atas 8 baris. Jenis puisi stanza dapat kita jumpai dalam  Empat Kumpulan Sajak karya Rendra.
I.       Puisi Demonstrasi dan Pamflet
      1.   Puisi Demonstrasi adalah puisi yang melukiskan dan merupakan hasil refleksi dari demonstrasi mahasiswa dan pelajar pada tahun 1966. gaya paradoks dan ironi banyak kita jumpai, sementara kata-kata  yang membakar semangat kelompok banyak digunakan seperti kebenaran, kemanusiaan, tirani dan sebagainya. Contoh : pada puisi-puisi Taufiq Ismail.
      2.   Puisi Pamflet juga mengungkapkan ptotes sosial. Kata-katanya mengungkapkan tidak puas pada keadaan. Dalam puisi Pamflet ini banyak kita jumpai kata-kata tabu yang diungkapkan penyair kepada pihak yang dikritik atau pada keadaan yang tidak memuaskan dirinya. Contoh : Puisi Pamflet Rendra yang berjudul “Sajak Burung Kondor”
J.      Alegori
Alegori adalah puisi yang sering mengungkapkan cerita yang isinya dimaksudkan untuk memberi nasihat tentang budu pekerti dan agama. Jenis Alegori yang terkenal adalah parable yang disebut perumpamaan. Contoh : Puisi Teratai karya Sanusi Pane. karena kisah bunga teratai itu digunakan untuk mengisahkan tokoh pendidikan. Kisah tokoh pendidikan yang dilukiskan sebagai teratai itu digunakan untuk memberi nasihat kepada generasi muda agar mencontoh teladan 'teratai' itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar